Agam, Sumbar — Polres Agam terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja melalui edukasi langsung ke lingkungan sekolah. Kali ini, Satuan Binmas Polres Agam menggelar penyuluhan kamtibmas di SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Agam Iptu Edi Yanto tersebut difokuskan pada sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika serta pencegahan bullying atau perundungan di kalangan pelajar.
Dalam penyuluhan itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak hukum, sosial, hingga psikologis akibat penyalahgunaan narkoba maupun tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kasat Binmas Polres Agam Iptu Edi Yanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan kepolisian kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
“Kami ingin para pelajar memahami bahwa narkoba dan bullying memiliki dampak serius, baik bagi korban maupun pelakunya. Karena itu, Polri hadir memberikan edukasi dan pembinaan sejak dini sebagai langkah pencegahan, ” ujar Iptu Edi Yanto.
Ia menegaskan, lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan potensi diri tanpa adanya intimidasi maupun pengaruh pergaulan negatif.
Menurutnya, aksi bullying yang sering dianggap candaan dapat berdampak buruk terhadap kondisi mental dan psikologis anak. Sementara penyalahgunaan narkoba berpotensi merusak kesehatan, pendidikan, hingga masa depan generasi muda.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, personel Sat Binmas juga mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam memilih pergaulan, menghormati sesama teman, serta meningkatkan disiplin dan kepedulian di lingkungan sekolah.
Selain kepada siswa, kepolisian turut mengimbau pihak sekolah dan guru agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di luar jam belajar.
Polres Agam menilai kegiatan pembinaan dan penyuluhan kamtibmas di sekolah menjadi langkah preventif penting dalam menekan potensi kenakalan remaja, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa yang mengikuti penyuluhan.
(Berry)

Dina Syafitri